“12 oktober 10,pagi”
Alarmku menjerit-jerit histeris mencoba menjebol gendang telinga gue..(untung kotoran telinga gue lumayan banyak,jadi ngga bia dijebol semudah itu..hi hi hi..)
perkiraanku tepat. Gue nyetel alarm tepat jam.5.30. jika denger alarm,biasanya gue akan bangun tepat untuk mati’in alam.tapi trus tidur lagi(kebiasaan). Lama tidur gue setelah mati’in alarm biasanya 30 menit.artinya,gue bisa bangun tepat jam 06.00..hebaatt….!!!! perhitungan yang cerdas…
Bangun,buka laptop pinjeman,bikin tugas pak bon2..tadi malem sempet mau digarap tuntas tapi, gue biasanya lebih tertantang untuk ngerjain dalm tempo yang sesingkat-singkatnya dan semepet-mepetnya karena dari kemepetan itu inspirasi tak terduga biasanya muncul..sesuai dengan judul ini kan..???
Si pesek bahkan nanyain gue dah dah dapet berapa sample. Gue bilang aja gue dah dapat 3.padahal..itu gue lagi bangun...ide ja belom dapet,apalagi bikin…!!!
hihihihi…
Bikin sample metode penelitian social???what’s???mikir-mikir dulu cari inspirasi…gue nemuin cara yang mujarab untuk mendapatkan inspirasi(ini dah kulakukan berkali kali dan kemungkinan sukses sangat besar,walopun kemungkinan untuk gagalnya lebih besar lagi..)
20 menit push up,10 menit lari keliling kos.
5 menit lihatin temen yang masih tidur..
Masih gag ada inspirasi..akhirnya:
liat temen ngerokok dengan santai,padahal itu dari duwit ngutang..
“Satu sample…!!!”
5 menit maen gitar nyanyi lagu “kau puisi” bondan…gara2 nyanyi tu,bayang-bayang dia dalam otakku kembali muncul..
Gue mengusirnya…
“Pergi sanaaa,jauhi akuuu…!!!!”Gue teriak-teriak gitu keras bgt hingga mbak penjual pecel cinta samping kosku yang ngeliat gue teriak-teriak sendiri,bengong..
“Menyebalkaaaaan….!!!!!Knpa dia yang selalu keluar???”
Berusaha mengusinya…tapi akhirnya,pengalaman dia juga yang akhirnya kujadi’in sample kedua..judulnya..”maling helm dikampus uin”..mudahan-mudahan pak bon bon gag marah kalo ngeliat tugas gue yang ngga serius ini,terutama untuk part 2..(terserah bapak mau nganggap ini dongeng atopun apa,yang penting menurut gue,ini adalah fenomena..)
Ini dia hasil karya gue tadi pagi..”check this out..!!!”
Masalah-masalah social
1. Banyak masyarakat Indonesia yang merokok,padahal merokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Ini sebuah indikasi yang sangat berbahaya,apalagi ketika mereka telah kecanduan barang tersebut. Beberapa diantaranya bahkan dari golongan masyarakat kelas bawah yang tidak punya penghasilan,untuk makan saja tak cukup.tapi, mereka lebih mementingkan membeli rokok daripada memenuhi kebutuhan hidup. Ada beberapa masyarakat miskin yang rela mengurangi jatah makan sehari harinya secara khusus menjadi satu kali untuk membeli rokok.
Katanya,mereka kuat untuk nahan lapar,tapi tidak kuat kalau nahan diri untuk tidak merokok. Ada juga yang lebih rela anak anaknya berhenti sekolah dari pada berhenti merokok.Adapun berbagai kemungkinan-kemungkinan yang membuat mereka merokok :
Factor biologis:
Karena mereka butuh rokok untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.mereka tidak bisa hidup tanpa sepuntung rokok. Ini untuk yang kecanduan(mereka tidak bisa ngerem untuk tidak merokok). Anggapan mereka,merokok membuat pikiran terasa ringan seakan mereka telah terbebas dari segala masalah hidup.mereka menganggap bahwa dengan merokok, semua masalah itu akan terasa ringan.tidak ada masalah yang berat. Padahal,secara tak sadar,ngerokok itu ngbisin duwit mereka. bukanya mengurangi masalah,tapi malah menambah masalh yang lebih besar lagi..nggak kuat beli beras..
Bagi pemula : karena penasaran terhadap rasa rokok.apalagi ketika mereka dihadapkan pada berbagai rasa rokok mulai dari yang capuchino,tea hingga menthol.
“kuq bisa ya,ada asap yang berrasa kayak gitu???”
Itu yang membuat mereka coba-coba. Dan pada akhirnya malah menjadi ketergantungan hinga sering kali kalo ngga punya uang,mereka ngisep rokoknya amblas sekalian puntungnya.
Factor psikologis :
Dalam masyarakat kelas menengah ke bawah,seorang dianggap cupu karena tidak merokok,tidak jantan dsb.setiap pergaulan akan menjadi gayeng dan akrab jika ditemani rokok,nongkrong harus merokok,ngumpul juga dengan merokok. Itu membuat seorang yang tidak merokok psikologisnya tertekan hingga akhirnya ia pun terpaksa mencoba merokok agar tak tersisih dari pergaulan.dari terpaksa menjadi kecanduan.sungguh malang.. Korban kedua.
Mungkin saja,orang tua yang merokok malah mengenalkan anaknya dengan rokok hingga akhirnya bapak dan anak menjadi pecandu.pasangan yang kompak.
Merokok dengan merek ini,merek itu bisa menggambarkan kelas social.orang kaya merek rokoknya mahal,mereka ingin menunjukkan kalo mereka kaya dengan memperlihatkan merek rokok mereka. Orang yang miskin juga ngga ingin kalah,mereka ingin menunjukkan kalo orang miskin juga mampu
beli rokok walopun rokoknya tanpa merek yang jelas…hehehe
masalah social kedua :
lokasi PARKIRAN UIN
masalah 2: banyak helem yang ilang.
Padahal helm ini sangat penting bagi pelindung kepala agar kepala aman dari kecelakaan sekaligus pelindung diri dari kejaran polisi satlantas. Kehilangan helm bahkan mungkin juga bisa membuat masalah lebih besar. mahasiswa yang kehilangan helm menjadi depresi berat hingga akhirnya dia mati bunuh diri dengan memasukkan dirinya ke jamban kampus..atau mungkin juga,mahasiswa yang kehilangan helm menjadi termotifasi untuk mencari gantinya dengan mengambil/mencari gantinya dengan nyari helm yang jauh lebih bagus dibandingkan miliknya yang ilang.tentunya di TKP yang sama,dengan modus murahan. Mengekrek tali helm dengan golok. Itu akhirnya malah menjadi siklus yang tidak berakhir. suatu saat,mungkin juga kalo semua helm mahasiswa sudah amblas tak tersisa,helm dosen yang menjadi korban. Terutama dosen yang pergi ke kampusnya bawa mobil sedan tapi masih pake helm juga dikepala.biar safety…!!!!
Berbagai kemungkinan yang menjadi penyebab :
Factor alam :
- Helm kena angin kenceng,trus akhinya helemnya jatuh ke tanah. Mahasiswa berotak pemulung memungutnya karena mengira helm itu helm gag kepake alias helm sampah. Padahal itu helem itu masih baru.dasar mahasiswa berotak pemulung,akhirnya helm itu dipungut..
- Kondisi Helm terlalu jelek,baunya busuk,yang punya juga berbau busuk gag pernah mandi,baunya nyebar kemana mana ke seantero fakultas. Menjijikkan bgt membuat orang yang ngeliat langsung muntah disembarang tempat. Akhirnya,tukang sampah mengamankannya agar bau busuk itu tak menyebar dalam lingkup yang lebih besar lagi karena tiupan angin.tukang sampah tenyata tidak tahan juga dengan bau busuk helm itu.karena telah berbelatung. Cara terakhir dipake’,Helm pun pun dibakar habis..siapa yang pantas dipersalahkan kalo udah kayak gitu????
Factor human :
- System keamanan kurang berjalan sebagaimana mestinya. Satpam ketiduran cape habis begadang. Ada mahasiswa bertuliskan “100% maling” di jidatnya lagi ngambil helm tapi dibiarin aja sama pak satpam karena pak satpamnya ngantuk. yang dilihat oleh satpam adalah malaikat lewat bawa helm.
- Atau mungkin juga,mahsiswanya terlalu lincah dan professional dalam urusan gasak-menggasak. Mereka punya trik-trik jitu khusus untuk mengelabui pak satpam. Misalnya,mereka mengirim delegasi cew cantik untuk datang pada pak satpam.lalu pada saat satpam lengah,helem disikat..kemungkinan lain,mahasiswa maling cari kesempatan yang tepat saat korban lengah.misalnya lagi buang ludah dsb..karena sudah professional,helm ilang dengan cepat tanpa meninggalkan sidikjari..
- Trus, mahasiswa naruhnya juga sembarangan,diatas jok,ditaruh diatas spion,dicentelin di leher bu dekan hingga akhirnya bu dekan marah kuadrat. helem kalian disita dan ngga dikembali’in..
Factor biologis
- Mahasiswa dalam kondisi bokek,blt dari ortu gag nyampe-nyampe..dari pada mati kelaparan secara tragis,ia mutusin untuk ngambil helm untuk dijual dan bisa jadi duwit ato beras sekarung. Dalam keadaan darurat dan kritis untuk mempertahankan hidup ditengah himpitan ekonomi,hal ini diperbolehkan oleh agama…hehehe..
Factor sosiologis :
- Mahasiswa tertular penyakit oleh mahasiswa maling karena salah pergaulan. Awalnya Cuma coba- coba,kemudian jadi hobi,trus akhinya mencapai puncaknya..menjadi kebutuhan.kalo ngga maling,hidup terasa hampa..gag ada pengalaman dikejar satpam kampus..
Factor psikologis :
- Mahasiswa cewek tertekan kerena kehilangan helm sebanyak dua kali ditempat yang sama lagi..kebangetan bgt..!!!ia mutusin untuk mengambil helm orang laen.ia tertekan bgt. Sebenarnya ragu juga untuk ngambil helm orang laen..
“Ngambil enggak,ngambil enggak..”akhirnya ia mutusin untuk tidak mengambil.ia memutuskan untuk bunuh diri saja karena helm itu adalah helm kenangan2 dari pacarnya saat ulang tahun. Didalamnya ada kenangan kenangan indah yang tak bisa ia lupakan begitu saja.parahnya,helm itu tidak diberikan,tapi Cuma dipinjamkan aja pada mahasiswa itu. konsekuensi logisnya,ia harus menggantinya suatu saat nanti kalo ia dipertemukan kembali dengan pacarnya..dan mahasiswa itu lagi krisis menahun..ia mencoba bunuh diri dengan tiduran rel kereta api…ya,gara-gara kehilangan helm..bisa dibayangin kan??? akibat kehilangan helm,seseorang berani nyoba untuk bunuh diri..
Pahlawan bertopeng muncul. Tapi,walopun pake topeng,keliatan bgt kalo itu muka ipul. Ia menarik gadis tersebut keluar dari rel kereta api tepat sepersekian detik saja sebelum kereta menggilas tubuh mahasiswa itu.ternyata,mahasiswa cewek(alah,sebut aja mahasiswi biar gag ribet..).maka,diceritakanlah sebab mahasiswi itu berani mencoba bunuh diri..gara-gara kehilangan helm..
Parahnya,ia menuntut pada pahlawan bertopeng tersebut untuk diberi kado helm baru warna putih merek*** dihari ulang tahunnya nanti…dasar sial,pahlawan itu ternyata juga bokek sepanjang karirnya sebagai pahlawan. Dengan terpaksa ia menjual seperangkat kostum pahlawannya demi gadis manis dan cantik itu dan diberikanlah helm seperti yang diinginkan cewek itu.pahlawan itu akhirnya menjadi gembel dan hidup gelandangan.sungguh kisah yang mengharukan…
Perhatian buwat para maling : Kalo mo ngambil,ijin dulu ma yang punya..ato paling ngga,tanyain dulu helem itu dari pacarnya ato bukan..
Thank’s dah dengerin cerita ipul..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar